| ADMARKETPRO.COM | FXREPUBLIC.COM | LOGIN |

Ingin Mencari Sesuatu?

Memuat...

7.2.10

Facebook dan Etika Bisnis

/ On : 19:04 /
images Siapa sih yang tidak tahu facebook? sebuah situs jaring pertemanan atau social networking yang katanya sedang 'heboh hebohnya' saat ini, yang bahkan mengalahkan seniornya Friendster (jujur saja sejak punya account facebook, saya tidak pernah login lagi di Friendster). :D

Seperti yang kita ketahui, alasan seseorang untuk bergabung di Facebook tidak hanya sekedar untuk mencari teman lama dan menjalin kembali tali silahturahmi yang terputus, ada juga yang bergabung untuk mencari teman, baru - bersosialisai entah itu untuk sekedar senang senang atau untuk urusan urusan lain seperti menjalin sebuah business networking misalnya. 

Business Networking? 

Yup! Bisa kita temukan banyak pelaku binsis yang juga 'ikutan ikutan' bergabung di Facebook, dengan alasan apa lagi jika bukan untuk mencari 'teman' sebanyak banyaknya agar bisa ditawari jasa atau produk yang dimiliki. Efektifkah? saya sendiri tidak begitu mengerti tentang 'dunia pemasaran online', mungkin saja ada yang mengatakan mempromosikan sebuah bisnis melalui situs jejaring pertemanan seperti facebook dan sebangsanya adalah sebuah cara yang efektif atau mungkin saja ada yang mengatakan cara tersebut tidak efektif dan sebagainya.

Tapi di sini saya tidak ingin berbicara tentang efektif atau tidaknya cara pemasaran atau menjalin business networking melalui situs jejaring pertemanan Facebook, yang saya ingin bicarakan adalah mengenai 'kode etik bisnis' yang seharusnya diterapkan oleh para pelaku bisnis ketika mereka sedang asyik memasarkan jasa atau produk mereka di situs tersebut. 

Silahkan simak cerita di bawah ini! 

Saya memiliki beberapa teman Facebook yang menjalankan bisnis online, beberapa di antara mereka saya kenal sedangkan beberapa lainnya tidak saya kenal, alasan saya menambahkan mereka yang tidak kenal ini adalah dengan maksud jika seandainya nanti saya 'membutuhkan' jasa atau produk mereka, maka saya tidak perlu repot repot lagi mencarinya.

Ada satu teman pelaku bisnis online yang menurut saya agak 'keterlaluan', dia punya hobi melakukan update status di wall facebook miliknya - update status yang menurut saya sangat tidak sopan bahkan arogan. Mengapa tidak sopan dan arogan? Karena teman satu ini hobi mempublikasikan pertanyaan pertanyaan 'bodoh' dari para pembeli atau calon pembeli yang dikirimkan melalui email atau pesan percakapan Yahoo Messenger - pertanyaan ini itu tentang produk dan jasa yang ditawarkan oleh teman saya ini.

Yang membuat saya menjatuhkan vonis tidak sopan dan arogan kepada teman saya ini adalah karena dia sering menyisipkan pesan pesan yang cenderung memojokkan, mengejek pertanyaan dari pembeli atau calon pembelinya itu. 

"Aduh .. sudah repot repot dibuatin FAQ masih bertanya juga"
"Ini bener bener bertanya atau sekedar ngetes saya yah?"
"Masa cara daftar ****** saja tidak tahu"
"Inilah repotnya jika berurusan dengan newbie .. " 

dan seterusnya dan seterusnya...

Menurut saya, pelanggan atau calon pelanggan memang sudah SEHARUSNYA 'cerewet' dan banyak bertanya, ini karena mereka akan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan jasa atau produk yang ditawarkan. Setelah uang dibayarkan, kita semua tentu tidak akan mau dan ikhlas jika ternyata jasa atau produk yang didapat tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Dan sudah menjadi KEWAJIBAN dari para pelaku bisnis, para penjual jasa atau produk untuk menjelaskan secara detail dan penuh KESABARAN kepada mereka, para pembeli atau calon pembeli yang CEREWET bertanya.

Saya jadi teringat sebuah pengalaman, ketika mengirimkan sebuah pertanyaan melalui email kepada pemilik sebuah bisnis online yang memiliki business page di Facebook. Rupanya saya terlalu cepat bertanya karena setelah saya mengirimkan email tersebut, ternyata saya temukan bahwa pertanyaan yang sama persis dengan pertanyaan saya plus jawabannya telah dituliskan dengan sejelas jelasnya di bagian FREQUENTLY ASK QUESTION (FAQ) yang ada di website utamanya, malu karena takut dianggap 'bodoh' saya pun mengirimkan email susulan ... 

" …. I am sorry .. Please ignore my previous email and question about .. I already found the answer on FAQ section" 

Jawaban yang saya terima dari sungguh membesarkan hati "No problem, I will be very happy to answer your question .. (dan dia tetap menjelaskan secara detail jawaban atas pertanyaan saya) .. kalau masih ada yang kurang jelas silahkan hubungi saya lagi, ya!"

Benar benar sebuah jawaban yang 'manis', dan dia benar benar menjaga privacy saya. Dia tidak dengan sombong dan semena mena menuliskan di wall update status Facebook-nya 

"Eh, barusan ada orang tanya .. orang itu dodol banget loh ... penjelasan lengkap dah ada di FAQ tapi masih tetap tanya juga" 

---

OK! Sekarang kesimpulannya.

Inti dari kesuksesan sebuah bisnis - bisnis apapun itu - adalah "PELAYANAN", mereka yang menjalankan bisnisnya secara profesional benar benar menyadari bahwa hidup mati bisnis yang sedang dijalankan sangat erat kaitannya dengan kualitas pelayanan yang mereka berikan kepada para customer! dalam persaingan bisnis yang 'sengit' saat ini, customer akan dengan mudahnya untuk 'pindah ke lain hati', mencari dan memilih siapa yang bisa memberikan pelayanan lebih baik.

Salah satu bentuk pelayanan adalah menjawab 'dengan sabar' semua pertanyaan yang terkait dengan jasa atau produk yang anda tawarkan, walau terlihat betapa 'bodoh atau gak nyambungnya' pertanyaan tersebut. Menjaga 'kerahasiaan' para customer juga penting, bayangkan jika anda melakukan update status di wall Facebook tentang kejengkelan anda kepada 'seorang customer cerewet', lalu customer tersebut ada di 'daftar teman' Facebook anda dan dia membaca betapa anda meremehkan pertanyaannya .. betapa anda 'menjelek jelekkan' dirinya ... Hmmm!

Hal yang harus diingat sebelum anda meninggalkan blog ini - ketika bergabung di Facebook dan menawarkan jasa atau produk kepada jaringan 'teman teman' yang anda miliki, maka sebenarnya anda juga membawa atau menawarkan kredibilitas bisnis yang sedang dijalankan dan juga 'nilai nilai' kepribadian anda sebagai seorang pelaku bisnis. Mungkin saja anda memiliki 'sepasukan burung beo Facebook' yang hobi 'membebek' untuk melakukan klik link 'like this' untuk setiap update status yang anda lakukan, tapi masih banyak orang lain yang akan 'benar benar menilai' siapa sebenarnya diri anda hanya cukup dengan melihat kalimat kalimat yang tertulis di wall anda.

Btw, bagaimana dengan teman yang ‘ga sopan dan arogan’ tadi … Dia sudah tercoret dari daftar pertemanan saya … Hehehe .. Dunia bisnis itu kejam, Jendral!

0 komentar:

Hak Cipta dan Sanggahan

Semua posting yang ada di dalam blog ini memiliki Hak Cipta yang dilindungi oleh hukum dan undang undang negara. Hal ini perlu disampaikan dengan maksud untuk membuka sebuah cara pandang, bahwa

"aktifitas blogging dengan cara copy paste konten tanpa menampilkan rujukan link asli dari penulisnya adalah sebuah aktifitas yang sama sekali tidak bisa dikatakan keren alias sangat memalukan"

Informasi dalam bentuk posting yang dikemukakan di dalam blog ini adalah pendapat atau opini pribadi saya sendiri dan tidak mewakili orang lain atau tidak mewakili perusahaan tempat saya bekerja dan juga berusaha mempengaruhi pandangan orang lain dengan cara apapun. - UNTARA

Share it

Kategori Jelajah

  • (3)
  • (5)
  • (1)
  • (4)
  • (2)
  • (4)
  • (1)

NgeBlog In English

BlogLog

Software Gratis Hari Ini

When Your Face Looks Like A Book