| ADMARKETPRO.COM | FXREPUBLIC.COM | LOGIN |

Ingin Mencari Sesuatu?

Memuat...

6.3.10

| | 0 komentar | Read More

Tweet Sana Sini Dengan CoTweet (tm)

Twitter. Mungkin semua telah tahu. Ada yang suka, ada yang tidak suka. Ada yang fanatik, ada yang anti. Ada yang mengunakannya sebagai 'media cari uang', ada pula yang menggunakannya hanya untuk sekedar iseng. Saya sendiri sih sebenarnya telah memiliki account twitter sejak lama, kira kira bersamaan ketika saya 'mengklaim' nama domain komersial untuk blog pribadi - UNTARA.COM -, hanya saja saya tidak begitu sering menggunakannya, saya lebih suka 'nembok' di Facebook dan menggunakan Plurk (adiknya Twitter) untuk sekedar iseng. Hanya saja kemudian saya terpikir untuk 'mengklaim' semua twitter username yang terkait dengan nama nama domain komersial milik saya, 

"Sebelum keduluan orang iseng, sebelum menyesal dikemudian hari"

Untungnya. Semua username itu belum didaftarkan orang lain. Sehingga akhirnya jadilah account - UNTARA, ADMARKETPRO, FXREPUBLIC dan tentu saja JELAJAHBLOG - berkibar di Twitter. Hahaha ...

Lagi lagi terpikir oleh saya tentang bagaimana menjalankan semua account twitter tersebut sekaligus. Hal ini tentu saja tidak mungkin dilakukan jika melalui fasilitas web yang disediakan secara resmi oleh Twitter. Maka berburulah saya aplikasi aplikasi gratis - twitter client - yang mendukung multi user atau multi account.

Pilihan pertama saya jatuh pada TweetDeck. Terus terang saya suka sekali dengan gaya tampilannya dan ditambah lagi karena Tweetdeck mendukung integrasi ke Facebook

Hanya saja sayang beribu sayang, aplikasi TweetDeck yang menggunakan teknologi Adobe AIR itu sangat tidak mendukung specs komputer dan notebook yang saya miliki. Aplikasi ini terlalu banyak 'memakan' resource memori komputer plus sangat tidak mendukung akses dan koneksi Internet Indonesia yang kecepatannya tidak bisa dibanggakan, plus plus TweetDeck ternyata juga termasuk 'vampir' penghisap jatah atau quota data yang diberikan oleh ISP langganan saya.

Pilihan kedua saya kemudian jatuh kepada Trillian. Aplikasi yang satu ini sebenarnya memiliki 'fasilitas' yang lebih lengkap, karena selain terintegrasi dengan Twitter dia juga bisa 'terhubung' dengan Facebook, Windows Live Messenger, Yahoo Messengers dan lain lain. Kelebihan Trillian lainnya adalah, hemat dalam penggunaan resource memori komputer. Hanya saja sayangnya, lagi lagi saya tidak begitu suka dengan desain tampilan antar mukanya. Terlalu rumit jika digunakan untuk melayani 'banyak account'.

Akhirnya, setelah melalui proses 'pencarian' yang sangat menjemukan - bertemulah saya dengan CoTweet (tm).

Aplikasi ini sebenarnya adalah sebuah aplikasi berbasis web, pikir saya "Mengapa tidak? Tidak ada salahnya mencoba" - dan karena berbasis web tentu saja logikanya dia tidak akan begitu banyak menghabiskan resource memori komputer, toh hanya cukup dengan menggunakan browser saja.

CoTweet (tm) tidak mendukung layanan multi social media seperti dua aplikasi yang saya coba sebelumnya! Dengan kata lain CoTweet (tm) hanya bisa digunakan untuk Twitter saja. Kelebihannya adalah bisa melayani multi twitter account dan satu lagi yang rada 'aneh' menurut saya adalah ... bisa memberikan akses kepada orang lain untuk menjalankan account twitter yang kita miliki.

Jadi .. jika anda mendadak malas 'ber-tweet ria' maka anda bisa membayar dan menggaji orang lain  atau istilah kerennya 'outsourcing' untuk melakukan tweeting atas nama user twitter milik anda. Hahahaha .. ini semua karena CoTweet (tm) sebenarnya adalah sebuah layanan yang ditawarkan kepada Perusahaan atau usaha usaha komersial tertentu yang memiliki divisi atau departemen untuk melakukan kampanye iklan melalui Twitter. Untuk versi gratisnya, saya bisa menambahkan sampai dengan 5 account twitter untuk dikelola dan ini sudah lebih dari cukup. Untuk 'urusan' desain tampilan antar muka CoTweet (tm) tidak begitu mengecewakan dan lebih mudah untuk digunakan. Kelemahannya? Karena berbasis web, tentu saja anda tidak bisa mendapatkan realtime tweet update seperti yang ada pada aplikasi aplikasi sebelumnya, anda harus 'sedikit' berusaha melakukan 'refresh' pada browser untuk mendapatkan update tweets terbaru.

Anda ingin mencoba? Silahkan kunjungi langsung di http://www.cotweet.com. Selamat ber-micro blogging ria! 

Jangan lupa follow saya yak, pasti difollow balik deh! Untuk tweet berbahasa Indonesia bisa langsung saja ke UNTARA atau JELAJAHBLOG

27.2.10

| | 0 komentar | Read More

Sungguh Tidak Masuk Akal ...

Sebuah email nyasar masuk ke dalam inbox. Entah dari siapa karena dia tidak ku kenal, bahasanya manis menyapa bak seorang sahabat, dan dia tawarkan sebuah ‘bisnis online’ seolah dia peduli. Ahhh … lagi lagi SPAM! Pasti tentang bisnis bisnis 'sampah' online berbasis networking itu!
Biasanya saya akan langsung paham hanya dengan membaca subjectnya jika mendapatkan email email spam, saya akan langsung klik tombol ‘report spam’ dengan semena mena! Entah kenapa saya tiba tiba berniat untuk membaca email dari ’sahabat gadungan ini’! Sepertinya saya sedang ‘butuh’ hiburan :))
Benar saja! Begitu saya meluncur ke situs yang dia referensikan dan melihat ‘isi’ dari situs itu … kontan saya tersenyum simpul (simpul mati atau simpul hidup? tepuk pramuka … )

Silahkan anda lihat skrinshut yang saya ambil di bawah ini:


Kebanyakan orang tentu akan tergiur melihat bonus maksimal. Aduh! Tapi tolong dilihat lagi .. berapa banyak total member atau generasi yang harus mendaftar melalui link referensi milik kita untuk mendapatkan uang sebanyak itu?

10 MILYAR ORANG?? ANDA MEMBUTUHKAN SELURUH MANUSIA DI MUKA BUMI UNTUK MENGIKUTI BISNIS TERSEBUT DAN SEMUANYA HARUS MENDAFTAR MELALUI LINK JARINGAN ANDA! (maaf capslock)
Rekan rekanku sebangsa dan setanah air, yang sedang ‘keblinger’ untuk menjadi kaya raya, tujuan anda memang sangat mulia .. anda bisa melakukan kebaikan apa saja dengan kekayaan tersebut.

Tapi tolong, sekali lagi tolong … mohon gunakan akal sehat dalam memilih bisnis berbasis networking yang ada di Internet.

Banyak bisnis yang bertebaran di Internet, banyak cara anda bisa mendapatkan penghasilan ’sampingan’ di Internet. Tapi jangan anda lupakan tingkat intelektualitas yang telah anda dapatkan dengan susah payah, hasil didikan orang tua dan guru guru anda ..

Mereka para pemilik ‘bisnis sampah’ memang pintar merayu, pintar menuliskan kata kata hiperbola yang membius, membawa anda terbang ke langit, membelai angan anda tentang nikmatnya memiliki banyak uang ….

Satu hal yang harus anda ingat!

Indahnya mimpi yang mereka tawarkan - tentang rumah, tentang tanah berhektar hektar, tentang mobil mewah - hanyalah kedok untuk menutupi 'sesuatu' yang mereka inginkan. Bahwa sebenarnya mereka tidaklah peduli dengan masa depan anda, mereka tidak peduli bagaimana anda mempromosikan link referensi anda, mereka tidak peduli bagaimana anda menghabiskan waktu yang sangat berharga untuk melakukan promosi, melakukan spam, ‘menyampah’ di web forum … mereka hanya peduli dengan uang anda, dan uang milik mereka yang berhasil anda ‘pengaruhi’ .. karena uang uang tersebut akan menambah pundi pundi mereka …. merekalah yang menjadi kaya raya … BUKAN ANDA.

Jika anda ingin berbisnis online, jika anda ingin mendapatkan penghasilan melimpah dari Internet … anda bisa memilih menggunakan cara cara jujur dan terhormat,  bukan cara cara yang menipu orang lain, bukan dengan cara memberikan janji janji kosong yang membuai angan ….

Mari kita bersihkan ‘Internet Indonesia’ dari bisnis bisnis online sampah yang merajalela .. bisnis bisnis yang hanya memberikan impian dan janji kosong! Kita ini bangsa ‘pekerja keras’ yang mendapatkan semuanya dengan usaha perjuangan dan doa kepada ALLAH.

Sekian! Merdekaaaaa!!!!

“Apacoba? ni orang lupa minum obat kali ya? .. Hehehehehe!”

26.2.10

| | 2 komentar | Read More

Masih Ingat IRC?

Masih ingat IRC? Mereka yang telah online sejak akhir tahun 90 an tentu masih ingat dengan yang satu ini. IRC adalah singkatan dari Internet Relay Chat, sebuah media komunikasi untuk chatting atau mengobrol online di Internet.

Sering saya senyum senyum sendiri (persis orang gila kali ya?) jika mengingat masa masa keemasan IRC, pernah dulu ada seseorang yang harus melakukan ritual online selama satu minggu penuh di IRC hanya karena berharap diberi status operator pada sebuah channel terkenal - hal ini nekat dia lakukan karena bagi chatter IRC, operator channel adalah sebuah posisi yang membanggakan, karena operator memiliki hak akses untuk 'menendang' chatter lain yang tidak dia sukai. Hah! Menurut saya ini adalah sebuah power syndrome kondisi akut.

Lagi lagi saya ingat, dulu bersama teman teman sering tertawa ketika melihat warung internet atau warnet yang kami kelola menjadi lebih mirip tempat jasa persewaan komputer atau jasa pengetikan daripada penyedia jasa akses internet karena riuhnya suara jari jari yang beradu dengan keyboard di setiap bilik.

Wow! Mengapa saya tiba tiba menulis tentang IRC? Ini karena salah seorang teman saya baru saja membuat sebuah halaman atau ruang khusus di websitenya untuk fasilitas chatting dan diskusi dengan menggunakan IRC.Mungkin akan ada yang mengatakan "Apa sih enaknya? mengapa tidak menggunakan fasilitas fasilitas lain yang lebih modern atau lebih keren? Mengapa memilih fasilitas jadul ini?" Hahaha ..!!

Bagi sebagian orang diskusi atau chatting dari IRC mungkin telah terlupakan. Sebenarnya IRC sendiri memiliki kelebihan kelebihan jika benar benar digunakan sebagai media diskusi secara online dan realtime. 

Contoh kelebihannya adalah
  • Penggunaan bandwidth yang ringan, bagi mereka dengan akses internet lelet pun akan dengan mudah untuk mengakses IRC
  • Bisa digunakan untuk online conference yang termoderasi dengan fasilitas fasilitas operator seperti kick, ban, mute, voice dan lain lain. Cocok bagi pebisnis online untuk mengadakan acara tanya jawab atau pelatihan online via chat
  • Fasilitas ini bisa diimplementasikan ke sebuah web dengan mudah
  • dan yang terakhir tentu saja GRATIS!
Kelemahannya? Karena berbasis text alias keterampilan jari jari untuk mengetikkan kata kata, maka fasilitas ini tidak mendukung voice chat dan juga web cam (bah!! siapa pula yang ingin menggunakan voice chat dan web cam dengan akses super lelet dari ISP ISP Indonesia?)

Anda ingin melihat bagaimana jika sebuah Channel IRC di-implemenyasikan di sebuah halaman web? Silahkan anda intip fasilitas chatting via IRC itu di sini!

Ingin belajar banyak lagi tentang IRC? silahkan kunjungi MIRC.COM 

Catatan: Untuk mas Lutvi, kapan tuh mengadakan acara diskusi bareng di channel IRC nya? :D

19.2.10

| | 0 komentar | Read More

Google Buzz: Datang Terlambat Untuk Menang?

GBuzz Beberapa hari lalu orang ramai membicarakan Google Buzz, sebuah layanan social networking terbaru yang dimiliki oleh Google. Kita semua tentu telah mengenal siapa 'paman google' - yang lebih terkenal dengan layanan search engine nomor satu di dunia itu, ketenaran Google inilah yang kemudian membuat banyak orang berpendapat bahwa layanan Google Buzz akan menjadi ancaman bagi layanan layanan social networking lainnya seperti Facebook dan juga layanan Microblogging Twitter.

Tidak ingin ketinggalan dengan orang lain, saya pun segera menuju ke dalam account email Google atau GMAIL yang saya miliki untuk mengaktifkan fasilitas Google Buzz.

Hanya saja kemudian saya agak kecewa, ketika sekilas melihat fitur yang ditawarkan oleh Google Buzz, dalam imajinasi saya sebelumnya - saya kira layanan Google Buzz akan tampak lebih mewah dari Facebook dan situs layanan social networking lainnya - tapi yang terlihat adalah layanan Google Buzz ini lebih mirip atau sama saja dengan Twitter - yang jelas terlihat kesamaannya adalah fasilitas following, followers, update status atau microblogging berita dan informasi terbaru dengan tautan tautannya - perbedaanya dengan Twitter adalah hanya pada banyaknya pilihan untuk 'mengintegrasikan' situs dan fasilitas fasilitas lain - seperti menyisipkan video, gambar dan lain lain - ke dalam setiap Buzz yang dilakukan.

Saya berpendapat, mungkin Google Buzz agak 'terlambat' muncul di Internet. Akan menjadi sebuah persaingan bisnis yang berat dan keras, jika memang benar keinginan para 'Google insider' adalah untuk menyaingi atau bahkan menyingkirkan Facebook dan Twitter yang terlebih dahulu telah 'menguasai' pangsa pasar Social Networkers. Bahkan sebuah situs berita terkemuka - CNN mempublikasikan sebuah posting bertajuk Google Buzz: What Is This Good For? Sebuah judul yang terkesan .. ehemm ... 'mempertanyakan!'

Hanya saja tentu kita tidak boleh meremehkan para 'Google Insider' yang menggagas Google Buzz, mungkin memang ada maksud maksud 'tersembunyi' dibalik terlambatnya kemunculan fasilitas dan layanan ini. Mungkin saja mereka sengaja muncul terlambat untuk 'memata matai' kelemahan pelayanan pelayanan serupa yang telah lebih dahulu ada, dan kemudian secara bertahap menambahkan fitur fitur baru untuk memanjakan para penggunanya.

----
Selanjutnya, mari kita lihat saja bagaimana serunya persaingan bisnis layanan social networking ini!

Sungguh menyenangkan melihat dan mempelajari bagaimana ide ide brilian 'beradu di internet' - daripada menonton acara acara komedi nasional yang sama sekali tidak bermutu dan penuh kebohongan seperti  'Bank Century, Pansus, Pelawak Ruhut' - yang menguasai tayangan televisi dan media informasi Indonesia. :P

7.2.10

| | 0 komentar | Read More

Facebook dan Etika Bisnis

images Siapa sih yang tidak tahu facebook? sebuah situs jaring pertemanan atau social networking yang katanya sedang 'heboh hebohnya' saat ini, yang bahkan mengalahkan seniornya Friendster (jujur saja sejak punya account facebook, saya tidak pernah login lagi di Friendster). :D

Seperti yang kita ketahui, alasan seseorang untuk bergabung di Facebook tidak hanya sekedar untuk mencari teman lama dan menjalin kembali tali silahturahmi yang terputus, ada juga yang bergabung untuk mencari teman, baru - bersosialisai entah itu untuk sekedar senang senang atau untuk urusan urusan lain seperti menjalin sebuah business networking misalnya. 

Business Networking? 

Yup! Bisa kita temukan banyak pelaku binsis yang juga 'ikutan ikutan' bergabung di Facebook, dengan alasan apa lagi jika bukan untuk mencari 'teman' sebanyak banyaknya agar bisa ditawari jasa atau produk yang dimiliki. Efektifkah? saya sendiri tidak begitu mengerti tentang 'dunia pemasaran online', mungkin saja ada yang mengatakan mempromosikan sebuah bisnis melalui situs jejaring pertemanan seperti facebook dan sebangsanya adalah sebuah cara yang efektif atau mungkin saja ada yang mengatakan cara tersebut tidak efektif dan sebagainya.

Tapi di sini saya tidak ingin berbicara tentang efektif atau tidaknya cara pemasaran atau menjalin business networking melalui situs jejaring pertemanan Facebook, yang saya ingin bicarakan adalah mengenai 'kode etik bisnis' yang seharusnya diterapkan oleh para pelaku bisnis ketika mereka sedang asyik memasarkan jasa atau produk mereka di situs tersebut. 

Silahkan simak cerita di bawah ini! 

Saya memiliki beberapa teman Facebook yang menjalankan bisnis online, beberapa di antara mereka saya kenal sedangkan beberapa lainnya tidak saya kenal, alasan saya menambahkan mereka yang tidak kenal ini adalah dengan maksud jika seandainya nanti saya 'membutuhkan' jasa atau produk mereka, maka saya tidak perlu repot repot lagi mencarinya.

Ada satu teman pelaku bisnis online yang menurut saya agak 'keterlaluan', dia punya hobi melakukan update status di wall facebook miliknya - update status yang menurut saya sangat tidak sopan bahkan arogan. Mengapa tidak sopan dan arogan? Karena teman satu ini hobi mempublikasikan pertanyaan pertanyaan 'bodoh' dari para pembeli atau calon pembeli yang dikirimkan melalui email atau pesan percakapan Yahoo Messenger - pertanyaan ini itu tentang produk dan jasa yang ditawarkan oleh teman saya ini.

Yang membuat saya menjatuhkan vonis tidak sopan dan arogan kepada teman saya ini adalah karena dia sering menyisipkan pesan pesan yang cenderung memojokkan, mengejek pertanyaan dari pembeli atau calon pembelinya itu. 

"Aduh .. sudah repot repot dibuatin FAQ masih bertanya juga"
"Ini bener bener bertanya atau sekedar ngetes saya yah?"
"Masa cara daftar ****** saja tidak tahu"
"Inilah repotnya jika berurusan dengan newbie .. " 

dan seterusnya dan seterusnya...

Menurut saya, pelanggan atau calon pelanggan memang sudah SEHARUSNYA 'cerewet' dan banyak bertanya, ini karena mereka akan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan jasa atau produk yang ditawarkan. Setelah uang dibayarkan, kita semua tentu tidak akan mau dan ikhlas jika ternyata jasa atau produk yang didapat tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Dan sudah menjadi KEWAJIBAN dari para pelaku bisnis, para penjual jasa atau produk untuk menjelaskan secara detail dan penuh KESABARAN kepada mereka, para pembeli atau calon pembeli yang CEREWET bertanya.

Saya jadi teringat sebuah pengalaman, ketika mengirimkan sebuah pertanyaan melalui email kepada pemilik sebuah bisnis online yang memiliki business page di Facebook. Rupanya saya terlalu cepat bertanya karena setelah saya mengirimkan email tersebut, ternyata saya temukan bahwa pertanyaan yang sama persis dengan pertanyaan saya plus jawabannya telah dituliskan dengan sejelas jelasnya di bagian FREQUENTLY ASK QUESTION (FAQ) yang ada di website utamanya, malu karena takut dianggap 'bodoh' saya pun mengirimkan email susulan ... 

" …. I am sorry .. Please ignore my previous email and question about .. I already found the answer on FAQ section" 

Jawaban yang saya terima dari sungguh membesarkan hati "No problem, I will be very happy to answer your question .. (dan dia tetap menjelaskan secara detail jawaban atas pertanyaan saya) .. kalau masih ada yang kurang jelas silahkan hubungi saya lagi, ya!"

Benar benar sebuah jawaban yang 'manis', dan dia benar benar menjaga privacy saya. Dia tidak dengan sombong dan semena mena menuliskan di wall update status Facebook-nya 

"Eh, barusan ada orang tanya .. orang itu dodol banget loh ... penjelasan lengkap dah ada di FAQ tapi masih tetap tanya juga" 

---

OK! Sekarang kesimpulannya.

Inti dari kesuksesan sebuah bisnis - bisnis apapun itu - adalah "PELAYANAN", mereka yang menjalankan bisnisnya secara profesional benar benar menyadari bahwa hidup mati bisnis yang sedang dijalankan sangat erat kaitannya dengan kualitas pelayanan yang mereka berikan kepada para customer! dalam persaingan bisnis yang 'sengit' saat ini, customer akan dengan mudahnya untuk 'pindah ke lain hati', mencari dan memilih siapa yang bisa memberikan pelayanan lebih baik.

Salah satu bentuk pelayanan adalah menjawab 'dengan sabar' semua pertanyaan yang terkait dengan jasa atau produk yang anda tawarkan, walau terlihat betapa 'bodoh atau gak nyambungnya' pertanyaan tersebut. Menjaga 'kerahasiaan' para customer juga penting, bayangkan jika anda melakukan update status di wall Facebook tentang kejengkelan anda kepada 'seorang customer cerewet', lalu customer tersebut ada di 'daftar teman' Facebook anda dan dia membaca betapa anda meremehkan pertanyaannya .. betapa anda 'menjelek jelekkan' dirinya ... Hmmm!

Hal yang harus diingat sebelum anda meninggalkan blog ini - ketika bergabung di Facebook dan menawarkan jasa atau produk kepada jaringan 'teman teman' yang anda miliki, maka sebenarnya anda juga membawa atau menawarkan kredibilitas bisnis yang sedang dijalankan dan juga 'nilai nilai' kepribadian anda sebagai seorang pelaku bisnis. Mungkin saja anda memiliki 'sepasukan burung beo Facebook' yang hobi 'membebek' untuk melakukan klik link 'like this' untuk setiap update status yang anda lakukan, tapi masih banyak orang lain yang akan 'benar benar menilai' siapa sebenarnya diri anda hanya cukup dengan melihat kalimat kalimat yang tertulis di wall anda.

Btw, bagaimana dengan teman yang ‘ga sopan dan arogan’ tadi … Dia sudah tercoret dari daftar pertemanan saya … Hehehe .. Dunia bisnis itu kejam, Jendral!

28.1.10

| | 0 komentar | Read More

Terima kasih Paypal

Postingan ini adalah lanjutan dari e-Currencies: Ajal Menjelang?

Saya masih ingat jaman dulu sekali, jaman sebelum krisis moneter melanda Indonesia, jaman ketika Internet masih menjadi sebuah hal yang ‘mewah’, jaman ketika yang ada hanya koneksi dial up. Saya ingat bahwa saat itu Paypal ‘terbuka’ untuk para pengguna Internet Indonesia yang masih baru saja belajar ‘merangkak’.

Bencana itu datang, para pengguna Internet Indonesia yang ‘keblinger’ untuk menyandang gelar hacker merajalela melakukan aksi ‘carding’, membajak kartu kredit orang lain dan kemudian dengan bangganya menggunakan ‘hasil keringat’ orang lain untuk membeli ini itu dan sebagainya. Al hasil, Indonesia pun di ‘black list’ oleh Paypal, tidak ada lagi pengguna Internet Indonesia yang boleh mempergunakan Paypal, Kartu Kredit dari Indonesia ditolak oleh situs situs e-commerce dunia .. dan yang lebih menyakitkan, terkadang walau hanya sekedar browsing pun IP Address asal Indonesia langsung ‘ditendang’ dengan semena mena dari situs situs tersebut.

Akibatnya tentu saja, kesempatan para pengguna Internet Indonesia yang ingin berbisnis melalui Internet menjadi semakin kecil.  Kemudahan untuk menerima pembayaran melalui Paypal tidak bisa mereka dapatkan, kesempatan para individu untuk menjajal pertarungan sengit bisnis online skala internasional pun seolah dianak tirikan.

/

Hak Cipta dan Sanggahan

Semua posting yang ada di dalam blog ini memiliki Hak Cipta yang dilindungi oleh hukum dan undang undang negara. Hal ini perlu disampaikan dengan maksud untuk membuka sebuah cara pandang, bahwa

"aktifitas blogging dengan cara copy paste konten tanpa menampilkan rujukan link asli dari penulisnya adalah sebuah aktifitas yang sama sekali tidak bisa dikatakan keren alias sangat memalukan"

Informasi dalam bentuk posting yang dikemukakan di dalam blog ini adalah pendapat atau opini pribadi saya sendiri dan tidak mewakili orang lain atau tidak mewakili perusahaan tempat saya bekerja dan juga berusaha mempengaruhi pandangan orang lain dengan cara apapun. - UNTARA

Share it

Kategori Jelajah

  • (3)
  • (5)
  • (1)
  • (4)
  • (2)
  • (4)
  • (1)

NgeBlog In English

BlogLog

Software Gratis Hari Ini

When Your Face Looks Like A Book